AKU TERMENUNG

masaku untuk termenung datang lagi ..

beberapa minggu ini brasa kaya musim bencana , gempa bumi dimana – mana , lahar dingin yg mengerikan , yah pokoknya musibah datang silih berganti , daun berguguran dari pohonnya .. sempat terbayangkan dari kepalaku , betapa dahsyatnya bencana yg menimpa Jepang itu , betapa mengerikannya gempa dan tsunami yg tak terduga kedatangannya , yg orang – orang tak akan pernah tau kapan datangnya musibah itu .. sempat terpikirkan olehku , betapa mudahnya ALLAH SWT meluluhlantahkan buminya , menghancurkan peradaban manusia ini , saat kita sedang santai2nya berlibur di pantai , menikmati hidangan teh di rumah , bekerja di kantor , berkendara di jalan , “JLENG” dengan sekejap gempa dan tsunami datang menerjang bagai air bah yg tak terbendung lagi , membumihanguskan apa yg ada di hadapannya .. siapa yg akan mengira mereka orang – orang yg sekiranya ga bersalah meninggal dalam sekejap .. sempat muncul di pikiranku , betapa beruntungnya aku ini masih diberi umur dan waktu , betapa Maha Baiknya ALLAH SWT yg masih memberiku kesempatan untuk menjadi insan yg bisa menjaga dan memperbaiki hidupnya ..

saat tsunami Jepang , aku pernah berpikir tentang sesuatu .. muncul pertanyaan dari dalam diriku “apa manusia bisa tau kapan bencana itu bakal datang? kenapa manusia sampe saat ini belum bisa tau kapan dan apakah bakal terjadi bencana?” .. coba liat , betapa canggihnya teknologi saat ini , apalagi Jepang yg merupakan negara industri peringkat atas , tapi masih aja belum bisa menjawab pertanyaan itu .. aku sempat sadar akan pertanyaan itu , apa yg sebenarnya sedang terjadi ?? aku sempat teringat di dalam Al – Qur’an banyak sekali cerita – cerita tentang murka ALLAH SWT terhadap makhluknya yg zalim dengan mengirimkan bencana – bencana besar yg meluluhlantahkan mereka dalam sekejap .. lalu apa hubungannya dengan bencana Jepang ? apakah itu peringatan ? seperti kisah umat Nabi Luth yg hancur akibat azab hujan batu dari tanah yg terbakar oleh ALLAH SWT ..

beberapa hari yg lalu aku sempat ngobrol dengan bundaku tentang selokan mataram .. aku sadar udah dari musibah merapi beberapa bulan yg lalu selokan mataram kehilangan santapannya ( air ) gara – gara di hulu sana kesumbat .. ibuku ngasih tau kalo selokan mataram itu dibuat oleh Sultan HB I dengan mempertimbangkan berbagai fungsinya .. beliau menambahkan gimana jadinya kalo selokan mataram ga kesumbat? selatanlah yg bakal porak poranda .. namun konsekuensinya sekarang adalah belahan jogja utara yg kena imbasnya , harus dilanda lahar dingin dan kehilangan rumah tinggal , betapa bersyukurnya orang – orang di selatan , termasuk diriku .. muncul pertanyaan dari dalam pikiranku saat itu, “kenapa harus utara? ada apa gerangan di utara?” ..

tadi siang aku sempat meluangkan waktu bersama sahabatku di perpus kota .. di tengah asiknya pembicaraan sambil membuka laptop , aku masuk ke yahoo news mataku tertuju ke sebuah tulisan di sana ‘Perubahan Iklim Tingkatkan Populasi Ulat Bulu’ , spontan aku tanya ke temenku Ghufron namanya , “Fron, kamu tau wabah ulat di Probolinggo?” temenku jawab , “he eh tau , itu kaya bibit gitu kan.” aku nanggapi , “wah , kalo menurutku itu kaya azab lho, ngeri banget.” temenku nyeletup , “kalo menurutku itu kaya bibit gitu Mat.” aku menggubris , “kagak Fron , itu ngeri banget , menurutku azab itu mah , coba bayangin aja , ulat segitu banyak coba. ditambah ga mungkinlah ulat segitu banyaknya muncul dalam waktu satu malam. bener ga?” temenku nanggapi , “iya juga ya , kaya azab , bener2.” aku berkata , “ada apa ya sama Probolinggo.” itulah sepenggal obrolanku dengan sahabatku , sempat aku merinding di tengah – tengah obrolan .. lagi – lagi aku teringat betapa Maha Besarnya ALLAH SWT ..

siang ini aku sempat berpikir , betapa beruntungnya aku ini ditakdirkan lahir di Indonesia umumnya , Jogja khususnya ditambah punya orang tua yg baik dan sholeh sholehah dan hidup di keluarga yg baik .. aku sempat berpikir apa jadinya kalo aku lahir di Barat sana , gimana jadinya kalo aku lahir di Jepang sana , mau jadi apa aku ? sungguh aku ini manusia yg sangat beruntung , Maha Penyayangnya ALLAH SWT ..

beberapa hari yg lalu aku baca koran yg berhubungan dengan nasib petani di negeri ini .. betapa berat hidup mereka para petani , bayangkan dari dulu sampe saat ini kehidupan mereka yg memberi kita makanan pokok sehari – hari tak pernah terjamin dan malah makin parah .. coba bayangkan , paling sedikit petani butuh 2 hektar untuk memenuhi bisa dibilang mencukupi kehidupan sehari – hari , tapi apa kenyataannya? 1 hektar pun jarang , malah ada yg ga punya lahan sama sekali .. para instansi dan orang – orang yg tak berotak merebut lahan mereka! tragisnya lagi , para pegawai negeri dan swasta dilindungi dan ada yg bertanggung jawab kalo terjadi sesuatu dengan industrinya contohnya mereka dapet uang pensiunan , tapi gimana sama petani , lahan mereka hancur karna bencana tak ada yg bertanggung jawab , tak ada uang pensiunan , kalo lahan hilang pekerjaan pun hilang petani sendirilah yg rugi , lalu kemana peran pemerintah ? justru pemerintah saat ini sangat memandang sebelah mata para petani .. sejarahnya , betapa mulianya Soeharto yg dalam masa pemerintahannya banyak membangun waduk yg fungsinya mengirigasi sawah – sawah petani .. petani juga orang tua yg ingin menyekolahkan anak – anak mereka , nasib bangsa tergantung generasi berikutnya , mana bukti kepedulian pemerintah ? apa pemerintah sudah tak peduli dengan nasib bangsa ini ?!! sungguh menyedihkan .. aku melihat betapa lapang dadanya para petani menghadapi kehidupan mereka yg serba sederhana , mereka tetap tegar dan mau untuk bekerja keras tak peduli yg penting mereka bisa makan dan menyekolahkan anak mereka .. malahan sekarang daftar gedung – gedung baru milik pemerintah udah ngantri di loker kontraktor !! kapan generasi muda bisa cerdas kalau biaya untuk mereka mencari ilmu tak terbendung mahalnya !!

siang ini waktu aku makan sempat menyaksikan sebuah acara televisi yg cukup menggetarkan hati .. “bedah rumah” yaa itulah acaranya .. aku lihat betapa sederhananya kehidupan mereka ( keluarga yg mau dibedah rumahnya ) , dengan keadaan rumah dari anyaman pohon bambu dan beralaskan tanah serta kamar tidur secukupnya dan luas ruangan yg sangat minim .. namun apa yg mereka kerjakan sehari – harinya? aku kaget , mereka mampu bekerja keras demi mencukupi kebutuhan mereka .. si anak laki – laki merancang jala dan menangkap ikan di laut , si anak perempuan dan si ibu membantu menyiapkan hasil tangkapan untuk dijual .. si nenek udah sangat tua , sakit , namun mereka sekeluarga ikhlas menolong si nenek semampu mereka .. satu hal yg sangat menyentuh hatiku adalah ketika si host dan si ibu sedang merawat si nenek , si anak laki – laki pulang dan si host bertanya ke si anak, “kamu dari mana, … ( nama si anak , lupa soalnya )?” si anak laki – laki itu menjawab dengan berpakaian baju koko celana dan peci putih , ” dari ngaji di masjid.” ,, aku kaget Subhanallah betapa mulianya si anak itu dengan keadaan yg sulit dan hidup sederhana dia bisa dan mampu menyempatkan waktu untuk beribadah dengan baik di masjid ..

silakan meninggalkan comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s