Buanglah Sampah Dimana Saja!

sampah adalah sesuatu yg kerap bahkan sangat sering kita pandang dalam kehidupan sehari – hari .. sampah pun seperti menjadi penonton setia bagai sekerumunan manusia – manusia haus refreshing di dalam perut bioskop yg hanya duduk manis sembari diam menikmati jalannya film “TOP RATED” sampai tamat , sampah pun ga beda sama dan persis seperti itu .. lalu dimana letak perbedaannya? dimana – mana yg penting happy ( lhoh? kl dimana – mana happy di rumah sakit jd sesak orang ketawa donk? hehe RS Edan itu bro! ) bedanya kalo penonton di bioskop yg ditonton film , tapi kalo sampah duduk manis sambil menonton manusia lalu lalang yg tak kunjung selesainya berharap ada yg memungut buat digotong ke “tempat peristirahatannya” namun harapan itu sirna termakan waktu hingga aroma yg sampah itu tak ingin pun muncul merasuki hidung – hidung tokoh dalam layar bioskopnya ( wuiz , berat nih kata – kata loe! iya lah, ane aja sampe bawa dongkrak buat ngangkat hehe . kayaknya pembaca pade kukur – kukur kumis . lhoh, kumis ape dengkul bos!! yg bener kepala kali!! haha ) yaapp , itulah kalimat pengisi paragraf pertama saya kali ini , mungkin sulit dimengerti hingga membuat para pembaca ingin melempari saya dengan kaos kaki tapi tenang saya akan sembunyi di dalam lemari ( obsesi seorang puitis ancur haha ) ..

sebuah kata mutiara yg cukup familiar dan terkenal di telinga kita “jangan buang sampah sembarangan” atau “buanglah sampah pada tempatnya” sepertinya sudah tak mempan lagi membombardir kita dengan celurit cangkul dan sekop ( ini mau bercocok tanam apa bercocoklatos?! hehe ) sudah tak mampu lagi menyadarkan kita akan pentingnya fungsi sebuah tempat sampah .. tempat sampah dan sampah adalah sepasang kekasih yg sangat serasi bak romeo dan juliet yg sedang jatuh cinta bak dua ekor burung merpati yg sedang kasmaran dan bak bak terminal tugu sebelah mana ya? ( bule nyasar di jogja tanya sama mbak – mbak , terminal apa stasiun, Bul?! haha ) , gimana kalo mereka berdua berpisah dan ga menyatu ? akibatnya sampah – sampah menimbulkan berbagai macam penyakit yg mengancam jiwa manusia – manusia yg tega memisahkan kedua mempelai ( analoginya ngeri amat , saya harap pembaca membacanya dengan tenang dan berjiwa besar , sebab jika tidak , mungkin kamar anda akan jadi lautan hoeks hehe ) .. sebenarnya siapa yg salah ? apa lalu kita akan menyalahkan pemerintah dengan tuduhan kurang simpatik dan terkesan cuek dengan peraturannya yg selalu dilanggar sendiri ? sepertinya naif sekali kalo itu yg kita lakukan .. coba kita terawang hehe maksudnya kita lihat , apa yg salah dengan slogan “buanglah sampah pada tempatnya” dan “jangan buang sampah sembarangan”? apakah ga ada tanda serunya jadi terdefinisi kurang tegas kemudian kita mengabaikannya ? menurut saya pemerintah udah bekerja keras membanting tulang sampe rontok keduabelas rusuknya hehe hingga membuat slogan baru yg lebih tegas dan tajam setajam silet .. apakah slogan baru itu? saat ini sering kita jumpai di jalan – jalan sebuah slogan yg berlukiskan “orang beradab membuang sampah pada tempatnya” .. slogan atau poster itu nampak sebagai pengganti bunyi poster yg lama .. itulah kerja keras pemerintah , udah berusaha menyadarkan rakyatnya akan pentingnya sebuah kebersihan .. bayangkan kalo sebuah negara tanpa kebersihan ? Indonesia adalah ‘negara berkembang’ yg ingin mencoret statusnya saat ini dengan ‘negara maju’ tapi tanpa lingkungan yg bersih mungkin status ‘negara berkembang’ sukses dicoret tapi diganti baru dengan ‘negara mundur’ .. naas dan tragis kehidupan suatu pemerintahan yg kondisi rakyatnya suka ‘kotor – kotoran’ atau malah saat ini orang – orang mempunyai persepsi ‘sampah itu bersih’ ??

kalau diteliti lebih dalam sedalam Sinkhole di Guatemala hehe poster yg berisi sebaris puisi “orang beradab membuang sampah pada tempatnya” memiliki makna yg sangat mendalam yg dampaknya membuat kita takut untuk membuang sampah sembarangan .. namun apa kenyataannya ? yaa , seperti yg pembaca jawab sendiri .. lalu apa arti kata ‘beradab’ yg diselipkan pada kalimat itu ? nampak seperti tidak bermakna sama sekali ( makanye jangan pake rompi anti peluru bos , pake rompi anti rudal!! haha ) .. pada akhirnya muncul pertanyaan , siapa sebenarnya orang yg beradab dan ga beradab itu ? nampaknya orang – orang saat ini tersenyum menyandang gelar ‘tidak beradab’ !! sepertinya plakat dan poster itu cuma jadi pajangan penghias dinding belaka , bukan , kalo penghias dinding orang – orang masih mau liat dan membacanya bak lukisan pameran , mungkin lebih serasi kalo disebut dengan kotoran perusak dinding yg orang – orang tak mau liat apalagi membacanya .. kalo dibayangkan dengan penuh imajinasi , betapa asri sejuk dan nyaman jika kita menapakkan kaki di atas lingkungan yg bersih penuh pepohonan rindang yg hijau mewarnai bumi .. lagi – lagi pembangunan membunuh hak hidup makhluk hidup yg mensuplai oksigen buat orang – orang ‘beradab’ .. apakah pemerintah masih menjadi bahan lecehan ? mungkin memang harus menjadi bahan lecehan kalo mereka ga mentaati peraturan yg mereka buat sendiri .. sebenarnya saat ini kita adalah seorang yg beruntung sebab kita beruntu ( memiliki gigi hehe ) maksudnya beruntung karena udah disediakan tempat – tempat sampah di mana – mana dan lucky nya lagi tempat – tempat sampah itu udah dipilah – pilah berdasar jenis sampahnya , ada tempat sampah basah , tempat sampah kering , tempat sampah organik , tempat sampah non organik , dll demi memudahkan orang membuang sampah , belum lagi pengaplikasian tempat – tempat sampah dengan bentuk – bentuk unik agar lebih menarik untuk dikunjungi oleh orang – orang yg ingin membuang sampah dan nantinya lebih mudah didaur ulang disamping juga mengurangi polusi serta membuat sampah ada gunanya .. tapi , sayang beribu sayang sejuta sayang , lagi – lagi tempat – tempat sampah ini kehilangan kekasihnya .. ironis memang kehidupan dua insan ini hehe .. coba bayangkan aja dengan kondisi yg seperti ini kita tetap menyalahkan seorang presiden , apa yg akan terjadi? presiden shock dan koma karna kehilangan kepercayaan rakyat , negara terombang – ambing tanpa pemimpin masa presiden tugasnya cuma shock sama koma doank , lalu rakyat jadi apa? rakyat jadi koma bukan titik apalagi tanda pentung atau pun tanda tanya maupun tanda petik bahkan tanda beriak air tak dalam ( kebalik bli ! hehe sori ini ada keluarga tanda baca ngantri tiket ‘Accepted’ di bioskop ) ..

mari kita imajinasikan analogi berikut :

suatu hari ada sekelompok siswa membeli jajanan di kantin karena waktu istirahat tinggal beberapa detik lagi mereka membawa jajanan itu ke dalam kelas dan menaruhnya di dalam laci .. pelajaran pun dimulai seperti biasa .. karena perut mereka terlanjur berdentum – dentum bagai bom atom meledak di dalem perut , mereka makan jajanan itu di dalam kelas dengan keburu – buru takut benjol kena lemparan rudal penghapus papan tulis dari sang guru , beruntung saat itu sang guru terlalu serius mengajar saking seriusnya beliau mencoba memahami tulisan yg ditulisnya di papan tulis karena beliau sendiri susah membaca tulisannya sendiri yg artistik itu, apalagi siswa siswinya malah tambah serius meneliti sebenarnya apa bacanya tulisan sang guru itu .. saking kesusunya jajanan atau makanan itu ga habis bersih dan tersisa beberapa .. mereka pun membuang sisa makanan itu di dalam laci .. sehari kemudian , belum terjadi apa – apa , gimana dengan dua hari kemudian? masih belum ada apa – apa .. seminggu kemudian siswa siswi memasuki kelas untuk memulai pelajaran jam pertamanya .. ketika pelajaran baru saja dimulai “seeennggg seenngg” siswa siswi dalam kelas mencium bau busuk yg luar biasa bagai bunga bangkai tumbuh dari dalam papan tulis , saking busuknya siswa yg hidungnya mampet karna flu pun pingsan dengan tragis .. makanan sisa yg harusnya masuk tempat sampah dan udah masuk TPA ( tempat pembuangan akhir ) menjadi bom waktu yg mematikan .. bau busuk itu meracuni siswa sekelas , mereka menjadi buas dan bengis , perang dalam kelas pun terjadi .. “ddoorr dduuaarr bbooomm” rudal rudal meja dan bom bom kursi meledak silih berganti .. altileri – altileri ringan dari kayu berdentum – dentum bak hujan yg ‘temangsang’ di atas genting seng .. machine gun berpeluru kapur pun mewarnai peperangan dalam kelas .. sang guru pun panik dan menuju kantin untuk menuntut penjual di kantin bertanggung jawab .. saat itu mereka baru sibuk – sibuknya memasak buat siap – siap istirahat pertama , namun mengetahui hal yg mengerikan itu dari sang guru mereka pun panik dan langsung menuju ke kelas .. apa yg terjadi? perang antara penjual dan guru pun tak terelakkan .. tak disangka nasib satu kelas ini menginfeksi kelas yg lain .. akhirnya perang sekolah pun terwujud dengan sukses .. tak disangka kompor di kantin meledak karna ditinggal pemiliknya “dduuuaarr” , api melahap seluruh kantin .. tak sampai di sini saja , api merambat dan menjalar membakar semua kelas beserta kehidupan – kehidupan di dalamnya .. ironisnya kepala sekolah saat itu malah sedang tertidur pulas di ruangannya , “bbuuusss” tanpa disadari ruang kepala sekolah beserta isinya hangus seketika termakan keganasan si jago merah .. 1 jam kemudian terbit surat kabar yg memberitakan “naas sungguh naas , sampah yg tak bersalah telah membumihanguskan satu sekolah dan seisinya” ..

itulah perumpamaan yg sangat mustahil terjadi di kehidupan kita jadi jangan terlalu memikirkan kenapa bencana itu bisa terjadi ya hehe .. luar biasa sampah yg hanya sedikit itu bisa menghanguskan satu sekolah , gimana kalo sampah – sampah yg sedikit itu menumpuk dan berserakan menjadi bukit – bukit sampah yg tak dipedulikan ? mungkin muncul bumi baru , bumi berwarna hitam atau bahasa gaulnya ‘Black Earth’ haha ..

apa yg terlintas di kepala anda ketika kita membayangkan segunung sampah? pasti enak lezat dan nikmat kan? ( ini ma segunung tumpeng bli! haha ) pastinya jorok jijik dan ingin muntah kan? tapi dibalik keganasan sampah ini , muncul sesosok pahlawan .. yaa , mereka bekerja mengumpulkan sampah , mengambil sampah – sampah yg berserakan , melewati rumah demi rumah untuk memungut sampah dan kemudian membuang sampah – sampah itu di tempat yg selayaknya .. tukang sampah , itulah sesosok pahlawan ini .. betapa mulianya mereka , mereka rela bekerja keras untuk membuang sampah di tempat yg benar , rela memungut sampah – sampah berserakan dari orang – orang yg tak bertanggung jawab , rela menerjang bau – bau busuk yg tidak disukai , rela bekerja di tempat – tempat kotor yg bisa menimbulkan berbagai macam penyakit , hanya untuk membantu membersihkan negeri ini .. tujuan mereka sangat mulia , ingin membuat negeri ini menjadi negeri yg sehat bebas penyakit .. lalu muncullah jawaban dari pertanyaan “siapakah orang yg beradab dan siapakah orang yg tidak beradab?” merekalah para tukang sampahlah orang – orang yg beradab yg mencintai kebersihan dan keindahan yg memiliki jiwa simpatik terhadap lingkungannya , sayangnya tak semua orang seperti mereka , orang – orang yg tidak beradab yg tidak mencintai kebersihan dan keindahan yg tidak memiliki jiwa simpatik terhadap lingkungannya yg membuang sampah sembarangan !!!

pada akhirnya muncullah sebuah plakat atau poster atas kasus – kasus di atas :

“BUANGLAH SAMPAH DIMANA SAJA!”

orang – orang yg bahagia melihat yg lain sakit membuang sampah dimanapun mereka mau , orang – orang yg mencintai persaudaraan membuang sampah pada tempatnya

penulis menulis tulisan ini berdasar rasa simpatik terhadap kondisi negeri ini  dan tulisan ini terbit dari inspirasi penulis yg sempat melihat dan membaca sebuah plakat yg berlukiskan kata – kata indah “orang beradab membuang sampah pada tempatnya” ketika dalam perjalanan yg kemudian inspirasi ini tertuang dalam bentuk rangkaian kata – kata yg kurang rapi yg pada akhirnya menerbitkan tulisan yg tidak begitu panjang ini .. perlu diingat penulis tidak memperdebatkan apakah tulisan ini jenis sindiran , ajakan , atau mengingatkan jadi silakan memaknainya sendiri .. penulis hanya mengharapkan pembaca untuk membacanya perlahan , dalam kondisi fresh , disarankan sehari makan 4 sehat 5 sempurna hehe , kalo ga nanti penulis tidur pake rompi anti logam dapur biar selamat dari pukulan panci wajan atau sendok dan garpu yg dilontarkan para pembaca hehehe 

silakan meninggalkan comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s