Kumis ??

ada apa ame kumis?? kenapa harus kumis?? apa kumis penting?? kedip

itulah pertanyaan yg akan muncul pertama kali waktu liat judul postingan ini .. bukan sekadar basa – basi , bukan jg lelucon , ini sebuah kisah tentang ‘kumis’ .. seseorang yg memasuki masa remaja ( terutama laki – laki / cowok , kalo cewek bisa2 orang sekampung rebutan buat ambil foto cewek berkumis itu buat diupload di YouTube hahaha ) akan mulai mengeluh “wow, aku tambah ganteng aja pake kumis .. mantaaabb , kumis ku keren abis , aku modif kaya rambut ku ahh   .. kumis kan gaya , aku semir aja kumisku biar kliatan dari jauh di atas mulut warna – warni dikira pelangi eh ternyata kumis disemir” itu adalah keluhan seseorang yg sangat bersyukur memiliki kumis , mereka sangat cintanya sama kumis sendiri , mereka bangga memiliki kumis yg indah dan menawan , mereka berpikir dengan kumis modifan mereka cewek2 akan tersanjung dan terlena sehingga cewek2 itu mencopot sandal mereka dan melempar para pria berkumis unik tadi dengan sandalnya , betapa anehnya para pria itu , kenapa ga pake kumis buatan aja dibentuk kaya kereta kan bagus . haha mringis .. tapi memang untuk sebagian orang kumis itu indah sehingga mereka membentuk kumis mereka seperti halnya rambut , mereka buat kumis menjadi berbagai macam bentuk yg unik dan menggelikan .. dilain pihak ada yg mengeluh “ahh, kenapa tumbuh kumis si! aku ga mau , aku cabut pake gunting kuku aja biar rontok ni kumis .. aduh, aku punya kumis sekarang , alangkah baiknya jika aku selotip ni kumis pake lakban trus aku tarik lakbannya biar kumisnya ga tumbuh lagi nangis.. yaudahlah kalo ada kumisnya , itung2 buat nakutin setan di jalan , mungkin aja setan2 langsung ngacir liat kumisku” itu adalah keluhan seseorang yg sangat tidak mensyukuri nikmat karena telah diberi kumis , mereka takut dengan adanya kumis hidup mereka akan sengsara sehingga mereka kaum pria melakukan hal – hal di luar batas kewajaran , mencabuti kumisnya dengan alat2 dapur , kejam , sadis , tapi dramatis . hahaha melet .. lain kata lain kalimat , lain dunia dunia lain , lain sandal lain selop , lain dan lain lain ada yg berkata “wah, aku dah punya kumis , aku dah dewasa sekarang , aku harus temui jati diriku .. alhamdulillah udah tumbuh kumis , aku dah gedhe , semoga dengan kedewasaan ini jalan hidupku menjadi lebih baik , tau yg harus dan yg tidak .. sekarang aku dah punya kumis , tak apalah , ini arti kalau aku memang sudah dewasa , aku akan merawatnya dengan baik” itulah kata – kata seseorang yg bijaksana , pria yg baik dan berbudi , mereka tidak mengeluh dan tidak keberatan ( kalo keberatan kumis nyungsep ni kepala tepuk tangan ) justru dengan sebuah perbedaan dan perubahan itulah mereka menjadi lebih dewasa , mereka lebih menyikapi hal baru itu dengan bijaksana , tidak seperti 2 kisah telenovela di atas , yg 1 saking senengnya punya kumis , mereka berlebihan dan harus dikasih peringatan “BAHAYA” bisa2 jadi gila lhoo laughing yg 2 mereka justru tidak suka dengan kumis , mereka mencoba menghilangkan kumis dari hidupnya dengan cara – cara ekstrim dan luar biasa ( dedi korbuset pun takhluk dengan cara mereka ) hingga akhirnya mereka merenung , menangis dan kehilangan jiwa raganya .. sungguh sungguh sungguh ..

inilah sepenggal kisah tentang kumis , hanya sebuah hal yg sederhana namun mengandung makna yg luar biasa tidak sederhananya ( maaf kalo lebay dikit , jangan ikut2an cukur kumis pake lakban lhoo!! wkwk ) .. mungkin agak sedikit tidak berhubungan , disambung pake lem boleh , hhe , kisah ini mengingatkan kepada kita bahwa perubahan bukan alat untuk kita tangisi , bukan sarana untuk kita terima dengan berlebihan , tapi sebuah fasilitas untuk kita terima sehingga kita berubah menjadi lebih baik , lebih dewasa , dan lebih mawas .. SEKIAN dan TERIMAKASIH

jika ada salah – salah kata , SARA , maupun kata – kata yg menyakitkan kaki pembaca sehingga muncul bengkak di daerah jempol kaki harap maklum , karena semua ini hanyalah kisah , bukan suatu peperangan .. kalo bengkak belum sembuh silahkan pijet di BANG UDIN daerah JAMAG .. love

sedikit foto – foto tentang kumis :   silakan buka foto kumis

silakan meninggalkan comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s